Mengapa Ini Penting.Sub-bab ini menyediakan “alat bantu keputusan” konkret yang akan langsung dipakai mahasiswa saat menulis Bab Metodologi proposalnya — bukan sekadar teori abstrak tentang desain penelitian.
Mengapa Ini Penting. Sub-bab ini menyediakan “alat bantu keputusan” konkret yang akan langsung dipakai mahasiswa saat menulis Bab Metodologi proposalnya — bukan sekadar teori abstrak tentang desain penelitian.
Bab ini menyediakan matriks kesesuaian yang menghubungkan jenis pertanyaan riset (deskriptif, asosiatif/analitik, evaluatif, eksploratif) dengan desain penelitian yang paling sesuai, memperluas pembahasan desain studi epidemiologi kuantitatif yang telah diperkenalkan pada Bab 2 buku tematik A2 dengan menambahkan desain kualitatif dan mixed-methods yang lebih rinci.
Untuk pertanyaan riset yang bersifat eksploratif tentang pengalaman atau makna (misalnya pengalaman burnout TKHI, atau persepsi jemaah disabilitas terhadap layanan pendampingan), desain kualitatif seperti fenomenologi (memahami esensi pengalaman hidup subjek), studi kasus mendalam (memahami satu unit kasus secara komprehensif), atau grounded theory (membangun teori baru dari data lapangan) masing-masing memiliki kesesuaian tersendiri bergantung pada tujuan spesifik riset.
Ilustrasi. Seorang mahasiswa ingin memahami “bagaimana rasanya menjadi TKHI yang mengalami burnout”. Ia awalnya bingung memilih antara fenomenologi dan grounded theory. Setelah menyadari tujuannya adalah memahami esensi pengalaman subjektif (bukan membangun teori baru dari nol), ia memilih fenomenologi sebagai desain yang lebih tepat.
Desain mixed-methods dapat dijalankan secara sekuensial (misalnya studi kuantitatif untuk mengidentifikasi pola, diikuti studi kualitatif untuk mendalami mekanisme di balik pola tersebut) atau konkuren (data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan bersamaan lalu diintegrasikan pada tahap analisis). Pemilihan strategi ini bergantung pada logika penelitian dan keterbatasan waktu pengumpulan data yang tersedia selama periode musim haji.
Bagian metodologi proposal tesis harus memuat justifikasi eksplisit mengapa desain yang dipilih paling sesuai untuk menjawab pertanyaan riset, dibandingkan desain alternatif yang mungkin juga relevan, disertai pengakuan keterbatasan desain yang dipilih — sebuah standar akademik yang menunjukkan kematangan berpikir metodologis mahasiswa kepada tim penguji.
1. Buku A4 — Bab 3. Pemilihan Desain Penelitian sesuai Pertanyaan Riset. Dalam: Ekosistem Pendidikan Kedokteran Haji, Perpustakaan Digital Program Magister Kedokteran Haji — Jalur Reguler (Dokter Umum). (dokumen internal ekosistem pendidikan ini).
Sesi 1 (Minggu 1–5) · Minggu ke-3