Pemimpin kesehatan haji sering harus mengambil keputusan cepat dengan data tidak lengkap — misalnya menentukan eskalasi status kedaruratan saat data awal insiden massal masih simpang siur. Modul ini memperkenalkan kerang.
Pemimpin kesehatan haji sering harus mengambil keputusan cepat dengan data tidak lengkap — misalnya menentukan eskalasi status kedaruratan saat data awal insiden massal masih simpang siur. Modul ini memperkenalkan kerangka kerja pengambilan keputusan seperti OODA loop (Observe-Orient-Decide-Act) dan pendekatan Bayesian sederhana untuk memperbarui keyakinan seiring masuknya data baru.
Keputusan yang baik menggabungkan data epidemiologis dari sistem informasi (dibahas mendalam pada mata kuliah Digital Health) dengan penilaian kualitatif dari petugas lapangan. Modul ini melatih mahasiswa mengenali bias kognitif umum (anchoring, confirmation bias) yang dapat mendistorsi keputusan pada situasi bertekanan tinggi.
1. Disusun berdasarkan literatur dan kerangka konsep standar bidang terkait (manajemen kesehatan publik, bioetika Islam, kesehatan digital, kesehatan global, dan manajemen risiko), diadaptasikan untuk konteks kedokteran haji oleh tim pengembang kurikulum.
Sesi 1 (Minggu 1–5) · Minggu ke-4