Modul ini berfungsi sebagai penutup mata kuliah — bukan materi baru, melainkan kesempatan menguji kemampuan peserta mengintegrasikan seluruh kompetensi manajerial Modul 1–9 ke dalam satu dokumen laporan yang koheren.
Latihan menyusun laporan akhir musim ini penting karena laporan inilah yang nantinya menjadi kontribusi nyata dokter kloter bagi perbaikan sistem TKHI dan bahan pembelajaran bagi angkatan fellowship berikutnya, sebagaimana ditekankan pada Modul 7.
Peserta diberikan data simulasi satu musim kloter fiktif (statistik kasus, catatan koordinasi, kendala logistik, dan catatan kesejahteraan tim) dan diminta menyusun laporan akhir musim mengikuti kerangka kerja pada Modul 7, dengan mengaitkan setiap temuan ke modul yang relevan (logistik ke Modul 2, koordinasi ke Modul 3, waktu ke Modul 4, komunikasi ke Modul 5, kesejahteraan tim ke Modul 6).
Penilaian menekankan pada tiga aspek: kelengkapan laporan sesuai kerangka kerja Modul 7, ketepatan mengaitkan temuan dengan prinsip manajerial yang relevan dari modul-modul sebelumnya, dan kejujuran reflektif — termasuk kesediaan mengakui kekurangan dalam skenario simulasi, bukan hanya menonjolkan keberhasilan tim fiktif tersebut.
Modul ini menutup rangkaian MK06 yang telah membekali peserta dengan kompetensi non-klinis esensial — struktur organisasi, logistik, koordinasi KKHI, manajemen waktu, komunikasi tim, dan kesehatan jiwa — yang bersama kompetensi klinis pada mata kuliah lain membentuk kesiapan menyeluruh sebagai dokter kloter dalam Fellowship Kedokteran Haji Jalur B.
Sebuah kelompok simulasi menerima data satu musim kloter fiktif yang mencakup lonjakan kasus heat exhaustion pada minggu kedua, satu insiden kekurangan logistik oksigen selama fase Mina, dan catatan bahwa dua anggota tim sempat menunjukkan tanda kelelahan emosional menjelang akhir musim. Peserta menyusun laporan akhir yang mengaitkan setiap temuan dengan modul yang relevan, termasuk secara jujur mencatat bahwa rotasi istirahat tim seharusnya disusun lebih awal untuk mencegah kelelahan emosional tersebut — pengakuan reflektif yang dinilai fasilitator sebagai bagian penting dari kualitas laporan, bukan sebagai kelemahan yang perlu disembunyikan.
Sesi 2 (Minggu 6–10) · Minggu ke-10