Setelah korban ditriase dan dievakuasi (Modul 3), pertanyaan praktis yang tersisa adalah: ke mana sesungguhnya mereka akan dibawa, dan seberapa siap sistem itu menampung mereka? Modul penutup dari rangkaian pembahasan bencana massal ini menjawab pertanyaan tersebut.
Modul ini menyatukan seluruh pembahasan manajemen bencana yang telah dibangun sejak Modul 1 ke dalam satu kerangka sistem rujukan yang menentukan keberhasilan akhir penanganan korban.
Sistem rujukan kesehatan haji melibatkan jenjang bertingkat: penanganan awal oleh TKHI di tingkat kloter, rujukan ke KKHI sebagai fasilitas rujukan tingkat menengah milik Indonesia, dan rujukan lanjutan ke rumah sakit otoritas Arab Saudi untuk kasus yang memerlukan penanganan lebih kompleks. Kesiapsiagaan sistem rujukan yang efektif menuntut kejelasan kriteria rujukan pada setiap jenjang serta kapasitas transportasi medis yang memadai, khususnya pada kondisi kepadatan crowd yang dapat menghambat mobilitas kendaraan evakuasi.
Pada peristiwa MCI, rumah sakit rujukan menghadapi tuntutan surge capacity — kemampuan menangani lonjakan jumlah pasien yang jauh melampaui kapasitas operasional normal dalam waktu singkat. Kesiapsiagaan surge capacity mencakup protokol aktivasi cepat tempat tidur tambahan, mobilisasi tenaga kesehatan cadangan, dan penyesuaian sementara prioritas pelayanan non-darurat.
| Jenjang Rujukan | Fungsi Utama | Kriteria Rujukan ke Jenjang Berikutnya |
|---|---|---|
| TKHI Kloter | Penanganan awal, stabilisasi | Kondisi memerlukan sumber daya di luar kapasitas kit kloter |
| KKHI | Stabilisasi lanjutan, fasilitas menengah | Kondisi memerlukan penanganan spesialistik/kompleks |
| Rumah Sakit Arab Saudi | Penanganan definitif kompleks | — |
Kasus yang memerlukan rujukan ke rumah sakit otoritas Arab Saudi menuntut koordinasi efisien antara KKHI dan sistem kesehatan Arab Saudi, termasuk pertukaran informasi klinis yang cepat dan akurat — tantangan yang berkaitan erat dengan isu interoperabilitas data kesehatan (lihat MK07 Modul 4).
Seorang korban crowd crush dengan cedera crush syndrome awal ditangani pertama oleh TKHI di lapangan, distabilkan sementara di KKHI, lalu dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi untuk penanganan komplikasi ginjal yang lebih kompleks. Dokter kloter yang memahami kriteria rujukan pada setiap jenjang dapat segera mengenali bahwa kasus ini telah melampaui kapasitas kit kloter sejak awal, sehingga rujukan ke KKHI dilakukan tanpa penundaan yang dapat memperburuk prognosis komplikasi ginjal yang mengancam.
Sesi 2 (Minggu 6–10) · Minggu ke-7